5 FAKTA TENTANG VAPE YANG HARUS KALIAN KETAHUI

Seperti yang kita ketahui trend vape kini sudah sangat naik, banyak orang-orang di Indonesia yang kini sudah mengetahui apa itu vape. Maraknya industri vape di Indonesia beberapa tahun belakangan ini membuat masyarakat bertanya-tanya. Apakah vape sama fungsinya dengan rokok? Apakah vape memiliki bahaya yang sama dengan rokok? Apakah vape itu nama lain dari e-cigarettes? Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang muncul bersamaan dengan semakin berkembangnya industri vape di Indonesia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut mimin akan membahas “5 Fakta Tentang Vape Yang Harus Kalian Ketahui”.

Sebelum masuk ke 5 Fakta tersebut, mimin mau sedikit cerita kekalian yang harus kalian ketahui. Banyak para perokok tembakau di Indonesia yang telah beralih menggunakan vape dan mengakui bahwa vape memang membantu mereka untuk berhenti merokok. Mereka juga mengakui bahwa vape mampu mengurangi resiko akan timbulnya berbagai penyakit yang seringkali menyerang para perokok aktif, seperti batuk, gangguan pernapasan, dan penyakit-penyakit lainnya.

Tidak hanya itu, banyak juga masyarakat di Indonesia yang sebelum nya tidak pernah merokok sekalipun, kini banyak juga yang turut menggunakan vape. Mereka pada umumnya mungkin tergoda akan sensasi rasa-rasa yang ada pada liquid vape. Bagaimana tidak? Seperti yang kalian ketahui sekarang liquid-liquid yang tersebar di pasar Indonesia sudah banyak memiliki macam-macam rasa yang berbeda dan unik. Seperti yang mimin sebelum nya bahas di salah satu artikel bahwa mereka banyak percaya karna liquid vape tidak seberbahaya rokok tembakau pada umumnya. Mimin juga pernah membahas tentang “Liquid Vape buat kalian yang belum membaca nya, kalian bisa langsung aja klik link di bawah ini.

Walaupun sekarang vape sudah legal di Indonesia. Masih banyak juga masyarakat yang belum mengetahui tentang vape, banyak yang bilang vape lebih berbahaya dari rokok tembakau, vape mudah meledak dan lain-lainnya. Disini mimin akan kasih ke kalian sedikit Fakta yang harus kalian ketahui tentang vape di bawah ini.

1. Vape Dan E-Cigarettes Itu Berbeda

Saat vape mulai banyak di kenal oleh masyarakat Indonesia, banyak sekali orang yang menyebut vape dengan sebutan E-Cigarettes. Vape bukan ecigarettes. Begitu pula sebaliknya, e-cigarettes bukan nama lain dari vape.

E-cigarettes bentuknya sekilas hampir sama dengan rokok tembakau. E-cigarettes tidak tersebar banyak seperti vape di Indonesia. Biasanya e-cigarettes berada di gerai-gerai kecil tertentu yang sangat jarang terlihat. Di luar negeri, biasanya e-cigarettes dijual di pom bensin atau toko khusus rokok. Biasanya filter pada e-cigarettes memiliki ragam rasa tertentu, tetapi rasanya tidak variatif seperti liquid pada vape. Jika e-cigarettes dirasa sudah tidak enak, penggunanya akan mengganti filter yang lama dengan yang baru.

Dan hamper seluruh toko vape yang ada di Indonesia tidak ada yang menyediakan e-cigarettes. Banyak dari toko vape yang hanya menjual berbagai macam device vape seperti Mod, dan Pod jarang sekali yang menjual e-cigarettes.

2. Kandungan Liquid Vape

Seperti yang mimin bahas di artikel ini “Liquid Vape” Banyak orang yang bertanya-tanya, sebenarnya liquid itu terbuat dari bahan apa saja, sih? Atau ada pula yang menanyakan, apa saja kandungan yang terdapat dalam liquid? Tidak usah khawatir, liquid vape itu tersusun dari bahan-bahan yang jelas keberadaannya. Bukan tersusun dari campuran bahan-bahan yang tidak jelas.

Yang membedakan liquid vape dengan rokok tembakau ada di kandungan nya, kalau di rokok tembakau dia menggunakan salah satu bahan yaitu TAR. Kandungan yang ada di liquid vape terdiri dari Vegetable Glycerin, Propylene Glycol, Perasa (Essence), dan Nikotin.

  • Vegetable Glycerin (VG)
    Sesuai dengan namanya, bahan ini berasal dari tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan dan pembuatan obat untuk memberikan rasa manis. Vegetable glycerin digunakan sebagai bahan pembuatan liquid untuk menghasilkan uap. Semakin banyak perbandingan kandungannya maka akan semakin tebal dan pekat uap yang dihasilkan.
  • Propylene Glycol (PG)
    Propylene Glycol adalah bahan kimia yang biasa anda temukan pada pembuatan kepulan uap buatan seperti pada acara panggung, konser, dan lainnya. Bahannya berbentuk cair, tidak berwarna dan juga tidak berbau. Pada liquid, bahan ini dimanfaatkan untuk memberikan sensasi Throat hit atau rasa gatal di tenggorokan. 
  • Perasa (Essence)
    Perasa atau flavouring adalah bahan yang biasa digunakan sebagai bahan tambahan untuk memberikan rasa tertentu seperti rasa buah-buahan, coklat, susu, vanilla, dan lainnya. Anda juga akan menemukan liquid di pasaran dengan berbagai rasa berbeda sesuai dengan zat perasa yang digunakan.
  • Nikotin
    Zat nikotin yang terkandung dalam rokok konvensional juga ada pada liquid. Namun yang digunakan pada liquid menggunakan nikotin cair. Zat ini dapat memberikan efek kecanduan bagi penggunanya. Sehingga tidak disarankan untuk anak-anak di bawah umur dan ibu hamil. Dosis nikotin yang diberikan pada liquid jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok konvensional. Mengkonsumsi nikotin berlebihan memang bisa merusak perkembangan otak terutama bagi remaja dengan rentang usia di bawah 25 tahun.

Tidak ada lagi tanda tanya tentang kandungan liquid pada vape karena sudah tertera dengan jelas kandungan apa saja yang ada pada liquid. Para pengguna vape sebaiknya berhati-hati menggunakan liquid. Karena banyak produsen liquid yang tidak jelas proses pembuatannya dan menjual liquid dengan harga yang sangat murah. Sebelum membeli liquid, sebaiknya telusuri lebih dulu brand dari liquid tersebut.

Dan beli di tempat terpercaya seperti di Tokovapeku yang sudah menjamin keaslian barang yang di jual, kalian bisa langsung klik link di bawah untuk order melalui aplikasi Tokovapeku.
Tokovapeku.com

3. Uap Yang Keluar Dari Vape Tidak Berbahaya Seperti Asap Rokok Tembakau

Seperti yang kita ketahui kalau vape itu menghasilkan uap bukan asap, berebeda dengan rokok tembakau yang di bakar dan menghasilkan asap. Kalau vape dia system nya memanaskan sebuah cairan liquid yang menghasilkan kumpulan uap yang tebal. Apakah uap air ini lebih berbahaya dari asap rokok tembakau? Kita pun juga pasti sering mendengar jawaban orang-orang yang mengatakan, “belum ada penelitian atau studi terkait vape”.
Di zaman yang serba mudah ini, kita bisa mencari jawaban dari setiap pertanyaan melalui internet. Berikut akan dipaparkan beberapa studi dan penelitian yang telah membahas tentang vape.

Salah satu studi di European Society of Cardiology tahun 2012 yang membahas efek akut penggunaan perangkat elektrik bernikotin terhadap fungsi miokard, menyatakan bahwa perangkat elektrik bernikotin tidak mengalami pembakaran dan memiliki komposisi kimia yang berbeda dengan rokok tembakau. Sehingga uap air yang keluar tidak berbahaya jika dihirup. Perangkat elektrik ini bisa dibilang sebagai alternatif yang lebih aman dibanding rokok tembakau.

Adapula studi lainnya dari US National Library of Medicine National Institutes of Health tahun 2013 yang membahas tentang perbandingan efek uap air dari rokok elektrik dan asap rokok tembakau pada kualitas udara dalam ruangan. Hasil perbandingan tersebut ternyata menjelaskan bahwa uap air yang keluar dari rokok elektrik tidak banyak mempengaruhi udara yang ada di dalam ruangan. Bahkan studi tersebut juga menjelaskan bahwa uap air yang keluar dari vape tidak beresiko bagi orang-orang di sekitarnya. Berbeda dengan rokok tembakau yang asapnya turut membahayakan orang-orang sekitarnya yang tidak merokok.

Dari beberapa studi dan penelitian tersebut bisa dilihat bahwa banyak para ahli kesehatan yang telah melakukan penelitian terkait vape, mulai dari bahaya vape pada tubuh penggunanya hingga bahaya uap air yang keluar dari vape bagi orang-orang di sekitar. Bahkan hampir seluruh studi tersebut membandingkan rokok elektrik dan rokok tembakau, serta menyatakan bahwa rokok elektrik jauh lebih aman dibanding rokok tembakau.

4. Vape Sangat Membantu Para Perokok Tembakau Aktif Untuk Berhenti Merokok

Seiring berjalannya waktu dan semakin tumbuhnya industri vape di dunia, telah banyak studi terkait vape yang mengakui bahwa keberadaan vape menjadi salah satu cara efektif untuk membantu para perokok aktif berhenti merokok. Berikut akan dipaparkan beberapa studi yang telah membuktikannya.

Salah satu studi tentang longitudinal pengguna rokok elektrik pada Addictive Behaviors Journal menyatakan bahwa dari seluruh partisipan yang menggunakan vape, 72% nya adalah mantan perokok aktif dan 76% diantaranya menggunakan vape setiap hari. Mereka yang baru saja beralih menggunakan vape biasanya masih mengisap vape hingga 150 hisapan/hari dan menggunakan liquid bernikotin tinggi. Setelah beralih ke vape selama sebulan, sekitar 98% diantara partisipan tersebut masih bertahan menggunakan vape setiap harinya. Bahkan terdapat sekitar 89% partisipan yang berhasil beralih menggunakan vape hingga satu tahun dan berhenti merokok.

Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang penikmat vape yang sehari-harinya masih tetap merokok. Tapi biasanya seiring berjalannya waktu, para perokok aktif lambat laun akan mengurangi jumlah rokok yang dihisapnya hingga akhirnya betul-betul berhenti merokok. Sedikit sekali pengguna vape yang berhenti menggunakan vape dan kembali merokok. Dari studi tersebut di atas, hanya sekitar 6% pengguna vape yang berhenti menggunakan vape dan kembali merokok. Dari beberapa penelitian tersebut dapat kita simpulkan bahwa perokok aktif yang tidak memiliki niatan untuk berhenti merokok, secara tidak langsung dapat mengurangi intensitas penggunaan rokok tembakau jika dibarengi dengan penggunaan vape. Adanya studi dari beberapa ahli kesehatan yang membuktikan manfaat vape seharusnya mendapat perhatian, khususnya dari pihak pemerintahan. Vape memang tidak sepenuhnya aman, karena masih mengandung beberapa zat beracun. Tapi vape jelas-jelas sangat membantu para perokok aktif untuk berhenti merokok. Selain itu, dampak buruk vape pada tubuh juga jauh lebih rendah dibanding rokok tembakau.

5. Banyak Vapers Yang Menggunakan Liquid Bernikotine Rendah Atau Bahkan Tidak Mengandung Nikotine Sama Sekali

Liquid vape yang tersedia dengan berbagai tingkatan nikotin 0-50 mg tercipta karena banyaknya permintaan dari para pengguna vape itu sendiri. Dalam istilah ekonomi, tidak akan ada penawaran jika tidak ada permintaan. Maka dari itu liquid tanpa nikotin tercipta karena banyak pengguna vape yang tidak suka dengan adanya nikotin. Sebagai contoh, seseorang yang telah berhasil berhenti merokok ketika beralih ke vape biasanya menyukai liquid tanpa kandungan nikotin.

Ada juga liquid yang dibuat dengan nikotin tinggi hingga 50 mg, karena banyak pula pengguna vape yang tergila-gila dengan nikotin tinggi. Mereka biasanya menggunakan liquid nikotin tinggi karena masih terbawa kebiasaan merokok tembakau. Namun lambat laun biasanya pengguna vape yang menyukai liquid nikotin tinggi akan menurunkan kadar nikotinnya, karena kadang liquid bernikotin tinggi menghasilkan rasa yang tidak begitu enak dibanding liquid nikotin rendah.

Nah Toku Squad itu dia 5 Fakta yang harus kalian ketahui terlebih dahulu tentang vape. Menurut kalian apa lagi nih yang kurang untuk fakta tentang vape nya? Biar next nya akan mimin coba bahas kembali.

Tokovapeku juga memiliki aplikasi belanja online untuk kalian yang sedang mencari kebutuhan vaping kalian. Belanja dengan mudah dan aman, yang tentunya aplikasi Tokovapeku juga bisa kalian gunakan menggunakan android tanpa harus ribet-ribet lagi seperti marketplace yang sudah memblokir produk-produk vape.

Yuk langsung aja download aplikasi Tokovapeku “Belanja Vape Bisa Pakai Android” klik link Dibawah ini
Tokovapeku.com

Untuk kalian yang ingin membaca artikel tentang vape lain nya, Tokovapeku juga memiliki Blog yang khusus membahas berbagai macam yang ada di dunia vape. Jadi buat kalian yang ingin membaca artikel lain nya kalian bisa langsung aja klik link di bawah ini ya.
Blog Tokovapeku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *